Pilih Busi Iridium untuk Pembakaran Optimal

  • Kendaraan seperti motor ataupun mobil butuh pembakaran yang sempurna agar bisa melaju dan bisa digunakan dengan optimal. Salah satu yang menjadi komponen penting dalam sistem pembakaran di kendaraan yang Anda miliki adalah busi. Biasanya, kendaraan seperti motor ataupun mobil menggunakan busi standar bawaan dari alat transportasi tersebut atau dari pabrikan, namun ada juga yang menggunakan busi terbaru yaitu busi iridium. Busi yang bisa dibeli di situs jual beli online terpercaya ini mampu mengoptimalkan pembakaran kendaraan.

    Busi yang menggunakan bagan iridium dan alloy dengan ukuran ujung inti elektroda yang dibuat dengan sangat kecil yaitu ukurannya mencapai 0,4 mm ini mampu menghasilkan konduksi yang lebih baik. Material yang dipergunakan oleh busi tersebut mampu tahan di kondisi ekstrim dengan titik leleh hingga suhu 2.500oC. Dengan ukuran yang kecil tersebut maka bisa fokus di 1 titik dan lebih stabil sehingga bisa mengurangi tegangan listrik yang dibutuhkan untuk dapat mencapai jarak percikan tersebut.

    Keunggulan lainnya dari busi dengan bahan ujung elektroda dari iridium alloy ini adalah pembakaran menjadi lebih optimal sebab percikan api lebih fokus dan pas. Dengan pembakaran yang optimal tersebut sehingga mampu untuk meningkatkan respons pedal gas, bisa lebih awet hingga 10x lipat, mampu untuk mengangkat tenaga mesin hingga 1-3% dibandingkan dengan penggunaan busi konvensional, meningkatkan efisiensi dalam penggunaan bahan bakar serta mampu untuk mengurangi emisi. Karena hal tersebut, banyak yang menggunakan busi dari iridium alloy tersebut untuk komponen yang mampu memaksimalkan pembakarannya.

    Akan tetapi, busi iridum memiliki kelemahan atau efek yang harus diperhatikan sebelum Anda menggunakannya karena bisa mempengaruhi performa dari kendaraan kesayangan Anda. Karena terbuat dari bahan iridum dan rodium maka busi ini tergolong memiliki kemampuan yang tinggi sehingga dianjurkan untuk diaplikasikan di kendaraan yang memiliki kemampuan tinggi namun tetap bisa digunakan untuk kendaraan sehari-hari. Misalnya untuk pengaplikasian di mobil, sebaiknya dipasang di mobil yang memiliki sistem direct coil sedangkan untuk motor bisa untuk motor racing atau touring.

    Kekurangan dari busi yang menggunakan bahan iriidum alloy tersebut diantaranya adalah harganya mahal dan bisa menurunkan performa kendaraan jika dalam pemasangan busi tersebut salah. Untuk digunakan di kendaraan yang digunakan sehari-hari, maka dibutuhkan pengaturan terlebih dahulu sehingga hasil pembakaran tidak terlalu rich. Jika terjadi, maka akan ada tumpukan karbon yang ada di carbon fouling atau elektroda busi ataupun di ruang bakar yang nantinya bisa membuat emisi gas buang menjadi lebih jelek apabila dibandingkan dengan saat kendaraan menggunakan busi standar apalagi saat terjadi putaran rendah.

    Efek salah dalam pengaturan dan pemasangan busi ini sudah dibuktikan dengan percobaan yang dilakukan di motor matic dan bebek keluaran pabrikan Jepang. Busi pada kedua motor tersebut diganti dengan menggunakan busi bahan iridium allot tersebut dan dicoba untuk dihidupkan selama beberapa saat hingga mencapai suhu idealnya. Kemudian di blayer hingga putaran tinggi dan dilakukan selama beberapa kali. Setelah itu, busi yang sudah terpasang tersebut dilepas kembali untuk pemeriksaan kondisi elektroda busi.

    Hasil dari percobaan tersebut, permukaan pada busi iridium menjadi tampak agak menghitam namun hitamnya sangat tipis karena pengujian yang dilakukan hanya sebentar dan diam ditempat. Jika motor tersebut dijalankan dan dalam waktu yang lama maka tingkat carbon fouling akan lebih banyak. Untuk menghindari hal tersebut dan mendapatkan manfaat penggunaan busi dari bahan iridium butuh penyetingan ulang di bagian karburatornya.